Entahlah, tiba-tiba seseorang yang sudah pergi sekian lama, pergi selamanya, semoga kepergiannya ini bisa membuatnya bertatapan dengan Allah :)
dia, seorang 'mantan' di jaman jahiliyah dulu, jaman ketika aku begitu jauh dari Islam, jaman ketika begitu gelapnya hidup ini, hidup yang hanya isi dengan nongkrong, ke sekolah, main, berantem dan semua hal buruk.
sosok ini bukan seorang yang spesial, bukan juga seorang yang 'alim', dia biasa-biasa saja,
tapi saat itu, setidaknya ia bisa mengubah pola hidup saya yang berantakan menjadi lebih baik..
bahkan, saat dia pergi.
rasanya, ketika itu, saya begitu marah kepada Allah..:(
namun, hari ini, saya sadar, barangkali Allah mempertemukan saya dengannya, karena begitu sayangnya Allah kepada saya :)
untuk dia yang ada di sana,
aku hanya berharap,
kita akan dipertemukan lagi, berkumpul dalam jannah-Nya..:(
aamiin..
23.08 |
Category:
Hikmah Kehidupan
|
Menikah memang bukan hal mudah, bahkan dapat dikategorikan sulit..
Namun, satu hal seperti yang dikatakan kang Ikus,
" Jangan mencari pasangan yang baik, tapi jadilah pasangan yang baik"
Rabbi, mungkinkah ini takdirku?
takdir yang akan datang di tahun ini :)
:)
03.13 |
Category:
Hikmah Kehidupan
|
1. Hukum katup ( kemampuan memimpin seseorang menentukan tingkat efektivitas seseorang)
2. Hukum pengaruh ( ukuran sejati dari kepemimpinan adalah pengaruh, tidak lebih, tidak kurang)
3. Hukum proses (kepemimpinan berkembang setiap hari, bukan dalam satu hari)
4. Hukum navigasi ( siapapun dapat mengendalikan kapalnya, namun hanya pemimpinlah yang dapat mengendalikan arahnya
Hukum E.F. Hutton (Jika pemimpin sejati berbicara, orang akan mendengarkannya)
6. Hukum landasan yang mantap (kepercayaan adalah landasan dari kepemimpinan)
7. Hukum kehormatan (orang dengan sendirinya akan mengikuti pemimpin-pemimpin yang lebih kuat daripada dirinya)
8. Hukum intuisi (para pemimpin mengevaluasi segalanya dengan intuisi seorang pemimpin)
9. Hukum daya tarik (siapa anda sesungguhnya menentukan siapa yang akan tertarik kepada anda )
10. Hukum hubungan yang baik ( seorang pemimpin akan terlebih dahulu menyentuh hati baru meminta tolong)
11. Hukum lingkungan sepergaulan (potensi seorang pemimpin ditentukan oleh mereka yang paling dekat dengannya)
12. Hukum pemberdayaan (hanya pemimpin yang mapanlah yang memberikan kekuatan kepada orang lain)
13. Hukum reproduksi (dibutuhkan seorang pemimpin untuk mengangkat seorang pemimpin)
14. Hukum kepercayaan (orang percaya dulu kepada sang pemimpin, baru visinya)
15. Hukum kemenangan (para pemimpin mencari jalan agar timnya menang)
16. Hukum momentum besar (momentum adalah sahabat terbaik seorang pemimpin)
17. Hukum prioritas ( para pemimpin memahami bahwa kegiatan belum tentu prestasi)
18. Hukum pengorbanan (seorang pemimpin harus rela berkorban demi peningkatan)
19. Hukum waktu yang tepat (kapan harus memimpin adalah sama pentingnya dengan apa yang harus diperbuat dan harus menuju ke mana)
20. Hukum pertumbuhan yang eksplosif (untuk menambah pertumbuhan, pimpinlah para pengikut, untuk melipatgandakan pimpinlah pemimpin-pemimpin)
21. Hukum warisan (nilai langgeng seorang pemimpin diukur dari suksesnya)
16.57 |
Category:
Longterm Project
|
Serius,
mulai bosan dengan kat-kata ini,
tiap pulang ke rumah, yang dibahas NIKAH.
main ke rumah teteh sama aa ditanya juga KAPAN NIKAH
main ke rumah saudara ditanya lagi, " UDAH PUNYA CALON SUAMI BELUM?"
main ke kampus, junior pada nanya juga, "JADI KAPAN NIKAHNYA TEH?"
ada ga sih pertanyaan selain NIKAH?
apa muka dan sikap saya terlalu dewasa sampe dimana-mana ditanya-tanya masalah nikah?
belum lagi, keluarga yang selalu nanya, "mana calonmu?"
Rabbi T_T
sesungguhnya Engkau lah yang pantas menilai dengan mutlak telah siapkah aku dengan proses panjang itu..
karena bagi saya pernikahan bukan hal mudah,
jangan sampe absen dari dakwah karena menikah.
apalagi mundur tanpa berita, naudzubillah
bukan terlalu memillih, hanya super selektif untuk mendapatkan pendamping yang benar-benar bisa mendekatkan kita pada Allah,
karena separuh dien yang akan kita genapkan, akan kita lalui bersamanya,
bukan terlalu memilih, tapi rasanya saya memang masih sangat jauh dari seorang istri yang sempurna.
bisakah saya setegar Khadijah?
Secerdas aisyah?
setangguh salamah?
bisakah?
barangkali masih sangat jauh.
memang, jika harus menyandingkan dengan para shahabiyah rasanya tidak akan pernah mampu.
tapi, untuk saat ini,
bukan belum siap untuk menikah,
hanya muncul kekhwatiran,
dapatkah saya menjadi ummahat-ummahat tangguh yang melahirkan generasi-generasi rabbani?
bener-bener ngerasa masih GA SEMPURNA.
ngaca.
gaya, masih cuek abis.
gada lembut2nya jad akhwat T_T
ngomong, cablak banget.
ya Allah, kasian banget kayanya yang bakal jadi suami saya :((
05.15 |
Category:
Hikmah Kehidupan
|
Manusia itu unik. Tak pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya. Selalu ingin lebih. Hal ini juga berlaku pada manusia-manusia yang beriman. Sekalipun darah menggenang, air mata menganak sungai, rumah beratap langit dan beralas bumi, tak pernah sedikitpun bergeser dari langkahnya untuk terus mencari ridho-Nya.
Merekelah sang pejuang Islam. Dakwahnya sebagai laku utama, sebagai nafas, sebagai nadi. Tak henti bergerak dan tak henti berkarya. Itulah mereka. Mereka yang memiliki proyek peradaban raksasa. Proyek yanng bertujuan merekonstruksi pemikiran dan kepribadian agar seorang muslim kembali pada fitrahnya, fitrah menjadi hamba Allah dan khalifah. Proyek raksasa ini bertujuan untuk menciptakan taman kehidupan dimana bunga-bunganya bersemikan kebenaran dan kebaikan. Dan taman-taman inilah, yang akan menjadi saksi bagi sejarah.
Lalu, bagaimana cara kita untuk menyelesaikan proyek ini?
Ust. Anis Matta dalam buku Menikmati Demokrasi menyebutkan ada 4 tahapan yang harus dilalui.
Pertama, membangun sebuah organisasi yang kuat dan solid sebagai kekuatan utama yang mengoperasikan dakwah. Tahapan ini kita sebut mihwar tanzhimi. Organisasi ini akan menjadi tulang punggung dakwah dan harus diisi oleh orang-orang yang juga kuat dan tangguh dalam semua aspek kepribadian. Mereka adalah orang-orang terpilih dan orang-orang terbaik. Karenanya, pembinaan menjadi mutlak. Karena inilah mesin-mesin pencetak generasi-generasi pemimpin umat.
Kedua, membangun basis sosial yang luas dan merata sebagai kekuatan pendukung dakwah. Ini disebut mihwar sya’bi. Basis ini berorientasi kuantitas, karena digunakan untuk membentuk opini publik.
Ketiga, membangun berbagai institusi untuk mewadahi pekerjaan-pekerjaan dakwah di seluruh sektor kehidupan dan di seluruh segmen masyarakat. Basis ini bertujuan untuk memberikan legalitas politik terhadap opini publik itu.
Keempat, dakwah ini harus sampai pada institusi negara. Institusi negara dibutuhkan untuk merealisasikan secara legal dan kuat seluruh kehendak Allah SWT. Ini adalah mihwar daulah. Negara bukan tujuan, tapi sarana. Kebenaran harus punya negara, karena kebatilah pun punya negara.
Wallahu'alam
07.15 |
Category:
Longterm Project
|
"Aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
Bicara cinta tak pernah ada habisnya,
Setiap insan yang tercipta mendefinisikan cinta itu dengan bahasanya,
Cinta,
Normalnya, masyarakat mengidenntikkan dengan remaja,
"Darah muda", sebut mereka
Padahal sering terlupa oleh kita, betapa agama ini begitu menjunjung sebuah kata yang bernama CINTA
Sadarkah kita?
Allah menciptakan kita dengan cinta-Nya..
Karena tanpa cinta, Dia enggan memberikan amanah sebagai khalifah kepada kita.
Karena, tahukah kita?
Menjadi khalifah bukanlah amanah yang dapat diberikan ke sembarangan.
Amanah ini spesial Allah berikan pada manusia, hanya pada MANUSIA, bukan makhluk ciptaan-Nya yang lain.
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh (QS: AL AHZAB : 72)
bukan tanpa cinta,
kaki kita dapat menjejak di bumi,
bukan tanpa cinta,
nafas kita dapat menghela di udara,
dan, juga bukan tanpa cinta,
hari ini, kita masih dapat tertawa, dapat menangis, dapat tersenyum,
Bukan tanpa cinta,
Allah masih menginginkan kita untuk meningkatkan amal-amal kebaikan kita,
sahabat,
pernahkah kita terhenti sejenak?
untuk merenungi betapa cintanya Allah kepada kita,
atas udara gratis yang Dia ciptakan,
atas luas hamparan semesta yang Dia berikan,
atas saudara-saudara luar biasa yang Dia berikan untuk kita,
atas orang tua dan keluarga yang Dia berikan sebagai tempat kita belajar,
atas semuanya,
atau kita hanya memilih,
terpekur dengan nasib buruk hari ini,
terpekur atas cobaan-cobaan yang mendera,
terpekur atas musibah-musibah yang berkejaran melanda kita,
pernahkah kita berpikir,
semua kesulitan adalah cara Allah untuk meningkatkan derajat cinta kita..
semua kesukaran adalah cara Allah untuk menegur atas kemaksiatan kita..
semua cobaan adalah cara Allah untuk membuat kita semakin dekat dengan-Nya..
"Aku sesuai prasangkaan hambaku"
sahabat,
mengapa harus berburuk sangka pada-Nya,
jika masih bisa berbaik sangka,
mengapa harus mengeluh,
jika masih bisa diselesaikan,
bukan tanpa cinta,
Allah menciptakanmu, sahabat..
percayalah
masih ada hari esok untuk bermimpi,
masih ada hari esok untuk berkarya,
masih ada hari esok untuk melakukan semuanya, dengan cinta..
karena hidup ini,
bukan tanpa cinta :)
19.10 |
Category:
Hikmah Kehidupan
|
"setiap yang bernyawa akan merasakan mati....."
merinding setengah mati, pas baca terjemahan al ankabut ayat 57 ini,
tiap-tiap kita sesungguhnya hanyalah seorang 'soul borrower'
cuma tukang pinjem.
nyawa, pinjem.
harta, pinjem.
kekuasaan atau amanah, pinjem.
anak-anak sholeh, pinjem.
istri cantik, pinjem.
kita ini cuma tukang pinjem,
pinjemnya ke Allah.
Allah ngasih cuma, qardul hasan.
sekarang tergantung kita mau digimanain tuh pinjemannya.
:)
06.48 |
Category: |